Kurikulum Cinta: Inovasi Menteri Agama untuk Menanamkan Kasih dan Toleransi Sejak Dini
Kurikulum Cinta: Inovasi Menteri Agama untuk Menanamkan Kasih dan Toleransi Sejak Dini
26 Feb 2025
189
Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkenalkan konsep Kurikulum Cinta sebagai pendekatan baru dalam pendidikan berbasis toleransi dan kasih sayang. Gagasan ini disampaikan dalam acara Kolokium dan Bedah Buku Memaknai Pembelajaran: Lima Bulan Kunjungan Apostolik Paus Fransiskus, yang berlangsung di Auditorium Gedung Yustinus, Universitas Atma Jaya, Jakarta Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Menag menegaskan bahwa pendidikan agama seharusnya tidak hanya menjadi instrumen transfer ilmu, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai kasih. "Jangan sampai kita mengajarkan agama, tetapi tanpa sadar menanamkan kebencian. Agama harus menjadi inspirasi, bukan beban," ujar Nasaruddin, Selasa (25/2/2025).
Menurutnya, Kurikulum Cinta dirancang untuk membangun penghormatan dan cinta di tengah perbedaan, bukan untuk menyeragamkan keberagaman. "Toleransi sejati bukan menyatukan yang berbeda atau memaksa kesamaan, tetapi membangun penghormatan dan cinta di antara perbedaan," tambah Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut.
Peluncuran kurikulum ini juga dikemas bersamaan dengan peluncuran buku Salve Peregrinans Spei! yang mendokumentasikan refleksi perjalanan apostolik Paus Fransiskus. Dengan hadirnya Kurikulum Cinta, diharapkan dunia pendidikan di Indonesia semakin mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan harmoni dalam keberagaman.
Editor: Idil Hamzah, MA
Fotografer: Andi Ardiansyah Asdar, S.Ikom