Ciri-Ciri Cyberbullying yang Jarang Kita Sadari
Ciri-Ciri Cyberbullying yang Jarang Kita Sadari
Direktorat Media NUO
09 Dec 2025
1
Sekarang, perilaku bullying tidak cuma terjadi di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Yang dulunya berupa ejekan secara langsung, sekarang berkembang dengan cara menyudutkan korban lewat perkataan di media sosial.
Inilah cyberbullying, bentuk bullying atau perundungan yang berkembang melalui teknologi internet. Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyebut cyberbullying berdampak serius bagi kesehatan mental, bahkan melukai diri sendiri.
Lebih mirisnya, banyak dari kita menganggap lucu atau biasa saja. Padahal ini perkembangan dari kebiasaan bullying yang kerap terjadi di sekitar kita tanpa kita sadari.
Contoh cyberbullying:
“Kak, auranya maghrib banget.”
“Masih kecil, udah sok cantik lagi.”
“Tidak dihina pun sudah hina.”
Melihat fenomena tersebut, kita bukan hanya membutuhkan kesadaran, tetapi juga edukasi tentang ciri-ciri dan cara tepat menjauhi cyberbullying. Simak artikel ini untuk menemukan jawabannya!
Apa itu Cyberbullying?
Melansir laman resmi UNICEF, cyberbullying adalah perilaku yang ditujukan kepada korban untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka melalui media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel.
Cyberbullying terjadi berulang bukan hanya perkataan di kolom komentar. Pelaku dapat menyebarkan kabar bohong atau hoaks, mengirim pesan berupa ancaman, membuat akun palsu, hingga mengirim gambar yang menjengkelkan.
Sama seperti bullying, siapa saja yang melakukan cyberbullying termasuk tindakan pidana. Indonesia menerapkan Undang-Undang (UU) Informasi Transaksi Elektronik (ITE) pada Pasal 27 ayat (3) dan (4) terhadap penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, serta pemerasan dan/atau pengancaman.
Ciri-Ciri Cyberbullying
Cyberbullying dapat dikenali dari beberapa tanda berikut:
- Dilakukan berulang dan mengganggu ketenangan korban.
- mengandung fitnah, hoaks, atau penyebaran foto pribadi tanpa izin.
- Ada tujuan tertentu: sekadar candaan, mempermalukan, bahkan membalas dendam korban.
- Terjadi melalui platform digital seperti komentar, pesan, atau media sosial.
Apa Bedanya Bercanda dan Cyberbullying?
Kita sudah tahu apa saja ciri-ciri cyberbullying, lalu apa bedanya bercanda dengan cyberbullying? Kita seringkali sulit membedakan mana yang menjadi sebuah lelucon dan tindakan mana yang merujuk kepada bullying.
Satu cara yang bisa kita lakukan adalah mencoba berpikir sejenak. Kira-kira dari lontaran yang mereka berikan apakah menyinggung diri kita atau sampai membuat hati terluka? Jika kita sudah meminta mereka untuk berhenti namun tak digubris, maka tindakan itu kemungkinan sebuah tindakan bullying.
3 Cara Pulih dari Cyberbullying
Menghadapi cyberbullying tidaklah mudiah, namun langkah-langkah ini dapat membantumu pulih untuk menjaga diri dari cyberbullying:
1. Membatasi komentar yang tidak penting
Platform media sosial saat ini memiliki fitur untuk membatasi komentar. Segala macam perkataan yang membuat kita tidak nyaman dapat kita hapus agar tidak tersebar secara masif. Cara lain seperti tidak menghiraukan para pelaku cyberbullying di kolom komentar juga menjadi langkah demi mental yang sehat.
2. Memberikan afirmasi positif pada diri sendiri
Tidak ada cara pulih selain bertahan dengan diri sendiri. Melalui pernyataan positif yang kita ucapkan berulang kali dapat membentuk pola pikir yang sehat dan meningkatkan kepercayaan diri. Ucapkan kalimat berikut. “Aku mampu, aku kuat melewati ini” atau “Aku memiliki kelebihan yang pantas aku apresiasi sendiri.”
3. Berani bersikap tegas
Kita tidak bisa mengatur dengan siapa akan bertemu, termasuk ketika kita mengalami tuduhan di dalam perilaku cyberbullying. Jika memungkinkan, kita dapat memberi pernyataan tegas terhadap pelaku. Usahakan bukan membalasnya dengan umpatan, namun sikap tekad untuk mempertahankan martabat kita.
Islam mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 tentang pentingnya memverifikasi kabar sebelum menuduh dan melukai orang lain.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٖ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَٰلَةٖ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَٰدِمِينَ
Artinya: “Wahai orang-orang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu”. (Qs. Al-Hujurat: 6).
Mari lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial. Melindungi diri sendiri sama pentingnya dengan tidak menjadi bagian dari penyebaran perundungan digital atau cyberbullying.