Cerita Peresmian Kampus Khonghucu Pertama di Indonesia, Langkah Baru Keberagaman Negeri
Cerita Peresmian Kampus Khonghucu Pertama di Indonesia, Langkah Baru Keberagaman Negeri
Direktorat Media NUO
09 Dec 2025
21
Belum banyak yang tahu, Indonesia baru saja mencatat sejarah penting perjalanan keberagaman. Di atas lahan seluas 29.430 m², telah berdiri kampus Khonghucu pertama yang berlokasi di Kecamatan Pangkalan Baru, Provinsi Bangka Belitung.
Inilah Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri atau disingkat (SETIAKIN) yang diresmikan oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., pada Selasa (18/11/2025).
Pangkalan Baru, sebuah kecamatan di Kabupaten Bangka Tengah dipilih menjadi lokasi berdirinya kampus. Dihuni oleh beragam etnis, terutama etnis Tionghoa (30%) dan Melayu (60%). Hal ini dinilai cocok untuk mengembangkan kampus yang mengedepankan nilai harmoni dan toleransi.
SETIAKIN adalah wujud semangat pemerintah dalam menghadirkan ruang tempat yang aman bagi seluruh umat beragama. Ke depan, kampus ini akan menjadi pusat pendidikan, pembinaan, riset, dan penguatan moderasi beragama.
Masih banyak cerita menarik di balik peresmian kampus ini. Penasaran seperti apa perjalanan selengkapnya? Yuk, kita telusuri!
Sejarah Pendirian SETIAKIN
Pada tanggal 18 Oktober 2024, peletakan batu pertama resmi dilakukan. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi wilayah yang dipilih karena menjadi rumah dari beragam agama, seperti Islam, Buddha, Khonghucu, Kristen Protestan, dan Kristen Katolik.
Proses pembangunan berlangsung cepat. Melansir situs resmi RRI, Kementerian PUPR mencatat pembangunan berjalan mulus dengan nilai proyek Rp45 miliar dan luas lahan lebih dari 29 ribu meter persegi.
Tepat setahun kemudian, di tahun 2025 ini, SETIAKIN secara resmi kokoh berdiri sebagai ikon kampus toleransi antarumat beragama.
Keberhasilan pembangunan kampus ini merupakan hasil kolaborasi apik antara Kementerian Agama Republik Indonesia, Pusat Bimbingan dan Kelembagaan Khonghucu, serta Kementerian PUPR.
Memiliki 3 Program Studi Unggulan
Kabar baik bagi calon mahasiswa yang ingin berkuliah di SETIAKIN, pasalnya, Pusat Bimbingan dan Pendidikan Khonghucu (Pusbimdik Khonghucu) membuka beberapa program studi di bawah ini:
- Prodi Pendidikan Khonghucu yang fokus mempelajari ajaran Khonghucu, etika, dan pendidikan agama khonghucu.
- Komunikasi & Penyiaran Khonghucu yang bertujuan untuk mempelajari cara penyampaian nilai-nilai Khonghucu lewat media digital dan komunikasi publik.
- Manajemen Khonghucu untuk mengembangkan mahasiswa akan aspek manajerial organisasi keagamaan atau lembaga keagamaan Khonghucu.
Fasilitas Kampus yang Lengkap & Beasiswa Penuh
Hal menarik ketika kita berkunjung ke kampus negeri pertama bagi umat Khonghucu ini yaitu bangunannya telah mencakup berbagai infrastruktur: gedung perkuliahan, gedung rektorat, dan sarana peribadatan yang meliputi Klenteng Khonghucu.
SETIAKIN juga memfasilitasi mahasiswa dengan bangunan Qifudian atau gedung khusus ibadah sebagai simbol penting agama dan memberikan suasana peribadatan khidmat bagi mahasiswa.
Fasilitas lainnya meliputi area parkir luas, ruang belajar modern, dan berbagai prasarana penunjang perkuliahan.
Kabar baiknya, seluruh calon mahasiswa berkesempatan memperoleh beasiswa penuh melalui sistem seleksi nasional. Harapan baru ini tentu menjadi harapan seluruh masyarakat untuk mendapatkan akses pendidikan tanpa terkecuali.
Harapan bagi Pendidikan Agama di Indonesia
Kehadiran SETIAKIN menjadi oase di tengah perkembangan pendidikan keagamaan di Indonesia. Enam agama yang diakui negara, yaitu Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu–masing-masing berhak mendapatkan pendidikan agama yang berkualitas dan mencetak generasi bangsa yang berpengetahuan.
SETIAKIN bukan sekadar kampus negeri untuk pendidikan agama Khonghucu. Di dalamnya terjalin semangat yang kuat antarumat, menjadi wujud asa pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat beragama.
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan bahwa terciptanya kedamaian harus dimulai dari pendidikan. Dalam ajaran Khonghucu, terdapat tiga prinsip penting:
- Ren: kasih sayang kepada sesama.
- Li: susila, etika, dan ritual.
- Ba De: delapan kebajikan.
Inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya, tanah air yang mengedepankan pendidikan berdasarkan ajaran cinta kasih dan moderasi agama demi terwujudnya cita-cita pendidikan keagamaan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan.